Hari Kamis, 16 April 2026, murid kelas 4 SD Islam Surya Buana mengadakan kegiatan studi visual semester genap. Pada kegiatan studi visual kali ini memilih lokasi di Lembah Tumpang Resort Kabupaten Malang. Jumlah murid yang mengikuti kegiatan ini adalah 75 murid beserta 3 guru pendamping. Lokasi ini dipilih karena sesuai dengan tujuan pembelajaran mengenal sejarah kerajaan di Indonesia untuk muatan pelajaran Pendidikan Pancasila dan IPAS. Selain itu, kegiatan kali ini sekaligus praktik PJOK yaitu materi aktivitas air. Selain mendapat pengalaman mengamati berbagai replika kerajaan dan peninggalannya, murid bisa berenang dan refresing bersama-sama.
Wisata Lembah Tumpang dibangun dengan nuansa kerajaan. Sejumlah ornamen bangunannya, mirip situs peninggalan kerajaan Jawa kuno, seperti replika Candi Majapahit dan Singasari. Ada juga replika Kerajaan Hindu, mirip Candi Sewu dan Borobudur. Kesan pertama sejak pintu masuk sampai pintu keluar seperti mengelilingi sebuah kerajaan karena dilengkapi dengan replika candi-candi. Berderet-deret patung menghiasi setiap venue. Mulai penginapan, tempat pertemuan, hingga kolam renang.
Di Wisata Lembah Tumpang yang asri ini terdapat 8 kolam renang. Masing-masing kolam renang, dialiri dua sumber dari total 16 lebih sumber alami di sini. Hawanya sejuk, segar, dan menyehatkan. Lokasinya di Desa Slamet, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang.
Sirkulasi air di kolam renang Wisata Lembah Tumpang berasal dari Sumberingin, yang mengalir tanpa henti. Debit air yang bagus membuat sebagian bangunan modern di tempat wisata ini tidak menggunakan kran air, khususnya di kamar mandi, tempat ganti, dan musholla. Selain memanfaatkan sumber air pegunungan, pengelola wisata ini juga memanfaatkan air irigasi sawah menjadi destinasi air terjun.
Melalui kegiatan studi visual ini, para murid tidak hanya pulang membawa pengetahuan baru yang mendalam tentang sejarah kerajaan Nusantara, tetapi juga kesegaran fisik dan semangat baru setelah puas menikmati keasrian alam Lembah Tumpang. Pembelajaran di luar kelas ini sukses memberikan pengalaman berharga yang memadukan edukasi, olahraga, dan rekreasi secara sempurna. Kegiatan studi visual ini membuktikan bahwa belajar sejarah tidak harus membosankan. Dengan mengamati replika candi dan merasakan langsung kesegaran sumber air alami, para murid kelas 4 SD Islam Surya Buana berhasil mendapatkan pengalaman belajar yang rekreatif, bermakna, dan tak terlupakan. (Muhammad Syaifuddin, S.Pd.)




