Memasuki penghujung masa sekolah bagi murid kelas 6, SD Islam Surya Buana menggelar kegiatan motivasi yang bertajuk “Ilmu Adalah Cahaya: Ukir Prestasi di TKA, Hadiahkan Senyum Bahagia untuk Ayah dan Bunda” pada Senin, 23 Februari 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian program Pesantren Ramadan Penuh Cerita (Permata) yang dirancang khusus oleh sekolah untuk menyambut bulan suci ramadan. Ramadan bukan hanya soal menahan lapar, tapi juga tentang tazkiyatun nafs (penyucian jiwa). SD Islam Surya Buana memanfaatkan momentum ini untuk melakukan “Reparasi Semangat” khusus untuk murid kelas 6 yang akan mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA). Saat anak-anak sedang berpuasa, kondisi spiritual mereka biasanya lebih terbuka untuk menerima nasihat-nasihat tentang adab dan karakter.
Kepala SD Islam Surya Buana, Endang Suprihatin, S.S., S.Pd. menjelaskan bahwa kegiatan kali ini memiliki makna yang mendalam. “Ini merupakan kegiatan Permata terakhir bagi anak-anak kelas 6. Oleh karena itu, pelaksanaannya sengaja kami kemas berbeda dibandingkan kelas lainnya agar memberikan kesan yang mendalam dan menjadi bekal berharga bagi mereka,” ujarnya.
Hadir sebagai pemateri utama, Oktastika Badai Nirmala, S.Psi., CHt, CT.SA, seorang konselor, penulis, dan ahli reparasi semangat memulai sesi motivasi pada pukul 13.30 WIB. Dalam pemaparannya, beliau menekankan pentingnya sekolah bukan sekadar untuk mengejar nilai, melainkan sebagai wadah mendapatkan panduan dalam menyerap ilmu pengetahuan dan adab. “Untuk mempersiapkan masa depan dan menjalani hidup, ilmu saja tidak cukup. Dibutuhkan adab yang baik. Di sekolah inilah kalian mendapatkan panduan tersebut,” pesan Kak Okta di hadapan para murid yang menyimak dengan antusias.
Kak Okta juga membagikan resep kesuksesan yang bertumpu pada karakter kuat, di antaranya, menjadi disiplin, tangguh, tanggung jawab, sabar, jujur, semangat, serta mandiri. Sepanjang sesi motivasi, jargon “Aku adalah apa yang aku pikirkan” terus digaungkan untuk menanamkan pola pikir positif kepada murid. Kak Okta menjelaskan bahwa untuk membangun karakter yang baik, murid harus semakin mendekatkan diri kepada Allah, patuh dan hormat kepada orang tua serta guru, yakin pada potensi diri, serta bijak dalam memilih lingkaran pertemanan yang saling mendukung.
Di sepanjang penyampaian materi, Kak Okta juga menampilkan beberapa cuplikan video inspiratif untuk menambah semangat anak-anak dan untuk memperkuat pesan bahwa kesuksesan lahir dari proses yang tidak instan. Video-video tersebut sengaja dipilih untuk membantu murid kelas 6 melepaskan ketegangan menjelang TKA, sekaligus membuktikan bahwa dengan disiplin dan doa, hasil yang mustahil pun bisa menjadi nyata. Sebagai puncak kegiatan motivasi, seluruh murid mengikuti sesi hipnoterapi. Sesi ini bertujuan untuk membantu murid melepaskan beban pikiran negatif, memperkuat rasa percaya diri, dan memantapkan niat mereka untuk menjadi pribadi yang lebih baik di masa depan.
Rangkaian kegiatan Permata kelas 6 ini berlangsung hingga malam hari. Setelah menyimak materi motivasi, para murid melaksanakan salat ashar berjemaah, dilanjutkan dengan momen hangat buka puasa bersama dan salat maghrib. Kegiatan ditutup dengan pelaksanaan salat isya serta tarawih berjamaah yang menambah kekhusyukan suasana Ramadan.
Kegiatan motivasi kali ini mengingatkan murid-murid bahwa TKA bukan hanya soal angka di atas kertas, tapi juga soal keberkahan. Mereka tidak hanya diajak untuk istiqomah belajar, tetapi juga diajak untuk berikhtiar jalur langit dengan mendekatkan diri kepada Alloh, patuh terhadap orang tua, dan menjaga hubungan baik dengan guru agar dimudahkan dalam menjawab soal TKA serta menjadikan ilmu yang telah dipelajari menjadi manfaat dan berkah. TKA hanyalah salah satu anak tangga menuju masa depan yang lebih besar, sehingga diharapkan mereka menjalaninya dengan penuh kesadaran, bukan sekadar paksaan. Jika TKA adalah kendaraannya, maka kegiatan motivasi Permata ini adalah bahan bakarnya. Tanpa semangat dan mental yang diperbaiki, kendaraan sepintar apa pun akan sulit mencapai garis akhir dengan selamat. (Shellya Khabib Dirgantari, S.Pd.I.)




