SD ISLAM SURYA BUANA

Lewat Drama Musikal, Murid SD Islam Surya Buana Selami Makna Kesetiaan dan Pendidikan dalam Perjuangan R.A. Kartini

Pada 21 April 1879, lahirlah seorang anak perempuan dari pasangan Raden Mas Adipati Aryo Sosroningrat dan Nimas Ajeng Ngasirah yang diberi nama Raden Ajeng Kartini. Semasa remaja, Kartini merupakan anak yang menginginkan kebebasan menentang adat/tradisi yang berlaku saat itu untuk mewujudkan kesetaraan hak antara laki-laki dan perempuan. Namun, meski semangatnya begitu tinggi, Kartini harus melawan berbagai tekanan, tidak hanya dari masyarakat, tetapi juga dari orang terdekat. Keluarganya tidak menginginkan Kartini belajar dan mengajar dengan anak-anak perempuan di masanya. Dimana tradisi perempuan pada masa itu, hanya diberi kesempatan untuk mengurus rumah tangga saja. Tidak boleh keluar rumah untuk bersekolah, apalagi bekerja. Meskipun tantangannya begitu besar, namun semangat Kartini untuk menggapai cita-cita tak pernah padam.

Di tengah semua kebingungan dan pertentangan itu, ada sosok ibu yang tetap mendukung Kartini menggapai cita-citanya. Dalam diskusinya dengan Nyai Ajeng Ngasirah, Kartini menyadari betapa pentingnya pendidikan dan kesetiaan bagi kaum perempuan. Nyai Ngasirah berpesan kepada Kartini bahwa kesetiaan manusia ketika dipangku hatinya akan tentram karena keseimbangannya terjaga. Sepintar-pintarnya Belanda pada zaman itu menguasai dunia, mereka tidak akan mengenal kesetiaan. Ibunya sangat berharap anak-anaknya bisa sekolah dan memiliki derajat yang lebih tinggi dari ibunya.

Penggalan cerita di atas merupakan makna yang tersirat dalam pementasan drama musikal SB’s Got Talent dalam kegiatan peringatan Hari Kartini tahun 2026 yang diperankan oleh murid kelas 4B. Tampilan drama musikal ini dipilih dengan tujuan agar semua murid memahami sejarah dan makna dalam peringatan Hari Kartini. Melalui tampilan drama musikal ini diharapkan murid SD Islam Surya Buana bisa mengambil pesan yang terkandung dalam alur cerita dan dialog para tokoh cerita. Tampilan drama musikal ini mendapatkan antusisme yang luar biasa dari semua penonton, karena baru pertama ditampilkan dalam rangkaian peringatan Hari Kartini yang pernah diadakan di sekolah.

Keberhasilan pementasan drama musikal yang baru pertama kali diadakan ini tidak hanya memikat hati para penonton, tetapi juga sukses menyampaikan pesan moral yang mendalam. Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh murid SD Islam Surya Buana tidak sekadar memperingati Hari Kartini sebagai rutinitas tahunan, melainkan mampu meneladani semangat juang, pentingnya pendidikan, dan nilai kesetiaan yang telah dicontohkan oleh sang pelopor emansipasi wanita tersebut.

Antusiasme luar biasa yang ditunjukkan oleh penonton menjadi bukti bahwa penyampaian sejarah melalui seni peran dan musik sangat efektif bagi generasi muda. Semoga pesan berharga dari dialog Kartini dan Nyai Ngasirah dalam pementasan kelas 4B ini dapat terus tertanam di hati sanubari murid-murid SD Islam Surya Buana untuk tumbuh menjadi generasi yang berkarakter, cerdas, dan menghargai sejarah bangsa. (Muhammad Syaifuddin, S.Pd.)

Share your love