Dalam upaya mewujudkan bangsa yang cerdas dan maju, pendidikan bermutu untuk semua adalah komitmen yang harus selalu dipegang teguh. Komitmen ini tidak cukup diwujudkan hanya melalui pengalaman belajar intrakurikuler dan ekstrakurikuler saja, tetapi juga perlu diperkuat melalui kegiatan kokurikuler yang dirancang secara sistematis, bermakna, dan kontekstual. Kokurikuler memiliki peran strategis untuk menjembatani antara pembelajaran konseptual di kelas dan penerapannya dalam kehidupan nyata, sehingga murid dapat mengembangkan kompetensi secara lebih utuh dan kontekstual. Kompetensi dalam hal ini adalah delapan dimensi profil lulusan.
Kokurikuler juga memiliki peran untuk menciptakan ekosistem belajar yang menyenangkan, bermakna, dan memberdayakan, yang memungkinkan murid tumbuh menjadi pribadi yang utuh. Hal ini sejalan dengan konsep pembelajaran mendalam sebagaimana didefinisikan oleh Kemendikdasmen (2025), yaitu pendekatan yang memuliakan manusia dengan menekankan penciptaan suasana belajar yang berkesadaran (mindful), bermakna (meaningful), dan menggembirakan (joyful). Pembelajaran ini tidak hanya melibatkan olah pikir, tetapi juga olah hati, olah rasa, dan olah raga, secara holistik dan terpadu.
Dalam praktik kokurikuler, murid tidak hanya diajak memahami konsep, tetapi juga dilibatkan secara emosional dan sosial. Mereka diajak memahami, mengaplikasi, merefleksikan, dan bertindak. Saat murid bekerja sama dalam proyek tematik, menyelesaikan tantangan berbasis konteks nyata, atau berkontribusi dalam kegiatan sosial, mereka sedang menjalani pembelajaran yang menyentuh dimensi intelektual, etika, estetika, dan kinestetik sekaligus. Dengan kata lain, kokurikuler memberi ruang hidup bagi pembelajaran mendalam untuk benar-benar terjadi bukan hanya di kepala murid, tetapi juga di hati, tangan, dan tindakan nyata mereka. Kokurikuler menjadikan satuan pendidikan bukan sekadar tempat belajar, tetapi tempat bertumbuh sebagai manusia seutuhnya.
SD Islam Surya Buana melaksanakan kokurikuler semester genap Tahun Pelajaran 2025/2026 bertepatan dengan bulan Ramadan dengan tema “Peduli dan Berbagi”. Kokurikuler tema “Peduli dan Berbagi” adalah program pengembangan karakter yang menghubungkan pembelajaran teori dengan aksi sosial nyata. Kegiatan ini bertujuan menumbuhkan empati, solidaritas, kepedulian sosial, dan lingkungan, seperti bakti sosial, pengumpulan donasi, serta aksi kebersihan lingkungan.
Seluruh murid kelas 5 SD Islam Surya Buana melaksanakan kokurikuler dengan mengambil tema kegiatan Peduli dan Berbagi agar kegiatan kokurikuler semester ganjil dapat berkelanjutan. Di semester ganjil, semua murid kelas 5 berhasil membuat eco enzyme yang membutuhkan waktu minimal tiga bulan untuk bisa memanen hasilnya. Oleh karena itu, supaya berkelanjutan, di semester genap mengambil tema peduli lingkungan dan berbagi produk sabun ramah lingkungan. Pendekatan yang dilakukan yaitu melalui Project-Based Learning (PjBL), yang memfasilitasi murid untuk merencanakan dan melaksanakan aksi nyata. Kegiatan kokurikuler ini dilaksanakan selama dua pekan. Pada pekan pertama, murid kelas 5 diajak untuk memahami makna peduli dan berbagi serta menuliskan pengalaman individu tentang kegiatan peduli dan berbagi. Kemudian membuat peta konsep secara kelompok tentang aksi nyata apa yang dapat dilakukan dengan tema tersebut. Di pekan ini, murid diajak untuk melakukan aksi berbagi takjil di sekitar lingkungan sekolah.
Pada pekan kedua, murid kelas 5 diajak untuk mulai melaksanakan aksi nyata yaitu peduli lingkungan dan berbagi sabun ramah lingkungan. Kegiatan tersebut diawali dengan memanen eco enzyme yang sudah dibuat pada semester ganjil dan mengemas dalam botol ukuran 250 ml. Selain dikemas dalam botol, eco enzyme yang ada juga disiramkan di tanaman yang ada di halaman sekolah, serta disiramkan ke air sungai agar tidak bau. Di hari berikutnya, guru kelas 5 berkolaborasi dengan salah satu guru kelas 3 yaitu Ibu Eka Rahma Nur Efitasari, S.Pd. yang mempunyai kompetensi dalam pembuatan sabun dari eco enzyme untuk memfasilitasi murid kelas 5 dalam pembuatan sabun eco enzyme. Murid diajak untuk praktik membuat sabun eco enzyme sampai pada tahap pengemasan sabun. Selain peduli sosial dengan aksi berbagi takjil kepada pengendara motor di sekitar sekolah, seluruh murid kelas 5 juga melakukan aksi peduli terhadap lingkungan yaitu dengan memanen hasil eco enzyme kemudian menyiram tanaman dengan eco enzyme hasil dari kegiatan panen eco enzyme pada hari tersebut. Melalui kegiatan tersebut, diharapkan tumbuh karakter mulia seperti meningkatnya empati, solidaritas, kepedulian sosial, dan lingkungan. (Novi Eka Sulistiawati, S.Pd.)




